Apa yang Dimaksud dengan Ekonomi Neoklasik (Neoclassical Economics)?




Salah satu istilah yang sering kita dengar dalam dunia ekonomi adalah ekonomi neoklasik (neoclassical economics). Mungkin banyak yang bertanya-tanya, apakah yang dimaksud dengan ekonomi neoklasik dan apa bedanya dengan ekonomi klasik? Tulisan ini akan mendiskusikan mengenai apa itu ekonomi neoklasik dan mengapa dinamakan neoklasik.




Sebelum membahas tentang ekonomi neoklasik, kita perlu membahas sedikit tentang ekonomi klasik terlebih dahulu agar kita bisa lebih memahami maksud istilah neoklasik. Ekonomi klasik dimulai dari diterbitkannya buku An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations yang ditulis oleh Adam Smith pada tahun 1776. Buku ini disebut sebagai awal dari ekonomi klasik karena membawa perubahan pemikiran ekonomi yang sangat fundamental dibandingkan dengan gagasan merkantilisme yang sebelumnya mendominasi Eropa. Dalam konsep ekonomi merkantilisme, ketersediaan cadangan emas dan perak sangat penting dalam menentukan kesejahteraan suatu negara. Perdagangan antar negara, yang dibayar dengan emas dan perak, dianggap sebagai sebuah kompetisi dan setiap negara berlomba-lomba memiliki neraca perdagangan yang surplus. Sementara, Adam Smith, selaku pelopor ekonomi klasik, menyatakan bahwa sumber kemakmuran suatu negara berasal dari persaingan bebas para pelaku ekonomi. Dalam persaingan bebas, meski para pelaku ekonomi bertindak untuk kepentingan masing-masing, secara agregat terjadi optimalisasi ekonomi di dalam masyarakat. Namun, Adam Smith belum berhasil mengidentifikasi mekanisme optimalisasi ini dan menyebutnya sebagai as of guided by the invisible hand. Dalam perkembangan berikutnya, muncul pemikiran-pemikiran tentang kesejahteraan masyarakat dari beberapa ekonom, diantaranya yang terkenal adalah David Ricardo dan John Stuart Mill.



Ekonomi neoklasik, yang muncul mulai tahun 1870-an, merumuskan masalah kesejahteraan masyarakat ini menjadi lebih fokus pada supply dan demand dalam ekonomi dan merumuskan konsep marginal cost dan marginal utility sebagai pendorong ekonomi menuju titik ekuilibrium. Ekonomi neoklasik inilah yang kini menjadi standar acuan dalam pengajaran mikroekonomi di lembaga-lembaga pendidikan. Menggunakan konsep ini, ekonom akhirnya bisa menjawab pertanyaan mengapa harga air lebih murah daripada batu permata meski air jauh lebih bermanfaat dan mengapa gaji guru jauh lebih rendah daripada gaji para selebriti meski jasa guru jauh lebih besar.




Ekonomi neoklasik adalah penyempurnaan dari ekonomi klasik, dimana ekonomi neoklasik lebih mengarahkan ekonomi klasik pada satu keteraturan pemikiran. Jika dulu ekonomi klasik menyempurnakan pemikiran ekonomi menjadi lebih terfokus pada bagaimana memaksimalkan kesejahteraan masyarakat, maka ekonomi neoklasik menyempurnakan pemikiran ini dengan memfokuskan studi pada konsep marginality dan utility. Pada hakikatnya, baik ekonomi klasik maupun ekonomi neoklasik sama-sama menekankan pentingnya persaingan bebas untuk memaksimalkan kesejahteraan di masyarakat. Bedanya hanya pada penekanan. Dalam ekonomi klasik, gagasannya masih terpencar, misalnya konsep kelangkaan ala Malthus, ataupun valuasi harga barang dan jasa pada cost production ala David Ricardo. Sementara, ekonomi klasik sudah terfokus pada konsep marginal utility dan marginal cost. Itu mengapa disebut neoklasik. Sama-sama klasik, tapi baru.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.



Tinggalkan Balasan