Cerita Berpindah-pindahnya Markas VOC dari Banten, Ambon, dan Terakhir di Jayakarta (Batavia) – Sejarah VOC (6)





Batavia pada tahun 1681 (Lukisan: Jan Janssonius, Wikipedia)

Untuk memperlancar aktivitas perdagangannya di nusantara, VOC mendirikan kantor dagang pertamanya di Banten pada tahun 1603. Saat itu, Banten merupakan salah satu pusat perdagangan rempah-rempah di wilayah nusantara selain Malaka dan Makassar. Pedagang dari berbagai penjuru dunia seperti Inggris, Portugal, Arab, India, dan Cina membeli barang dagangannya di sini.




Pasca keberhasilan VOC merebut Ambon dari tangan Portugal pada tahun 1605, VOC pun memutuskan untuk menjadikan Ambon sebagai markas utama mereka pada tahun 1610, sementara kantor mereka di Banten dan Jayakarta hanya menjadi salah satu dari beberapa kantor dagang mereka saja. Pertimbangan mereka adalah fakta bahwa Ambon berlokasi di pusat produksi rempah, sementara saat itu VOC memang hanya berfokus pada perdagangan rempah. Sehingga, Ambon menjadi lokasi ideal bagi VOC untuk membangun markas besar mereka. Namun, ketika gubernur jenderal mereka yang baru, Jan Pieterszoon Coen, memiliki visi untuk membangun jaringan perdagangan intra-Asia, penempatan kantor pusat di Ambon yang berada jauh dari jalur perdagangan Asia jelas menjadi kesulitan tersendiri. Maka, lokasi di sebelah barat Nusantara pun dicari sebagai lokasi baru markas VOC.




Saat itu, Selat Malaka menjadi lokasi primadona dalam perdagangan di Asia. Namun, VOC menghindari lokasi ini karena Selat Malaka saat itu jatuh ke tangan rival politik, diplomatik, dan militer mereka, Portugal. Berulang-ulang VOC mencoba untuk menaklukkan Malaka namun saat itu mereka terus menemui kegagalan. Sementara, Kesultanan Banten yang merupakan salah satu pusat perdagangan rempah utama saat itu memiliki kekuatan militer yang solid. Pada tahun 1619, terjadi ketegangan antara Kesultanan Banten dengan koalisi antara Pangeran Jayawikarta dan Inggris. Pangeran Jayawikarta, yang saat itu selaku penguasa wilayah Jayakarta, membuat perjanjian kerjasama dengan Inggris tanpa seizin Kesultanan Banten. VOC berhasil memanfaatkan situasi ini untuk mengambil penguasaan atas Jayakarta dari Pangeran Jayawikarta. Dengan keberhasilannya menguasai Jayakarta secara penuh, VOC akhirnya menjadikan Jayakarta sebagai lokasi baru markas mereka pada tahun 1619 untuk bersaing dengan Portugal yang saat itu menguasai Selat Malaka.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




3 tanggapan pada “Cerita Berpindah-pindahnya Markas VOC dari Banten, Ambon, dan Terakhir di Jayakarta (Batavia) – Sejarah VOC (6)”

Tinggalkan Balasan