Kompleksnya Jaringan Logistik VOC – Sejarah VOC (4)




Pabrik VOC di Bengal (Foto: Anonymous, Wikipedia)

Salah satu kendala bangsa Eropa dalam melakukan perdagangan dengan bangsa Asia adalah sedikitnya barang dagangan dari Eropa yang diminati bangsa Asia. Dari sedikit barang yang diminati bangsa Asia itu adalah emas, perak, dan tembaga. Padahal, para bangsa Eropa sendiri juga mengalami kekurangan emas dan perak kecuali Portugal dan Spanyol. Itu artinya, baik Belanda maupun Inggris harus menciptakan surplus perdagangan terlebih dahulu untuk membiayai perdagangan rempah. Hal ini mengakibatkan adanya hambatan dalam arus perdagangan.




Jan Pieterszoon Coen, yang saat itu menjabat sebagai gubernur jenderal VOC, memiliki ide yang sangat brilian. Alih-alih melakukan surplus perdagangan di Eropa terlebih dahulu, Coen membangun jaringan perdagangan intra-Asia yang cukup rumit. VOC melakukan perdagangan dengan Jepang terlebih dahulu untuk memperoleh perak dan tembaga. Perak dan tembaga ini kemudian diperdagangkan dengan sutera, tekstil dan porselen dari Cina dan India. Barang-barang dari Cina dan India ini kemudian bisa diperdagangkan dengan rempah-rempah untuk dibawa kembali ke Belanda. Atau, terkadang sutera, tekstil dan porselen tadi dibawa langsung ke Belanda.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.



Tinggalkan Balasan