Konfrontasi Antara VOC dengan Para Pedagang Portugal – Sejarah VOC (3)




Pertempuran Malaka antara Armada OC dengan Armada Portugal (Lukisan: Anonim, Wikipedia)

Dengan modal awal yang besar, dalam waktu singkat VOC sanggup membangun kekuatan militernya untuk melakukan konfrontasi militer dengan para pedagang Portugal (konflik Belanda-Portugal dibahas pada tulisan pertama seri ini). Salah satu konfrontasi paling awal dan sangat menghebohkan adalah penyitaan Kapal Santa Catarina milik Portugal di lepas pantai Singapura pada 25 Februari 1603. Hasil penjualan dari kapal ini meningkatkan modal VOC lebih dari 50%. Kejadian ini sangat menghebohkan dan mengakibatkan dilakukannya public judicial hearing yang diikuti dengan kampanye untuk mempengaruhi opini masyarakat dan dunia. Dan hal ini yang kemudian menjadi cikal-bakal lahirnya prinsip laut sebagai teritorial internasional.




Dengan benteng-benteng Portugis yang terisolasi dan kekurangan personil, satu demi satu wilayah jajahan Portugal direbut oleh VOC. Apalagi, Portugal, yang pada masa itu berada dalam satu takhta dengan Raja Spanyol, juga menghadapi serangan dari Inggris dan Perancis karena Inggris dan Perancis saat itu bermusuhan dengan Spanyol. Pada tahun 1605, Ambon, yang merupakan salah satu penghasil rempah utama, berhasil direbut oleh VOC dari tangan Portugal. Namun, VOC gagal merebut Malaka yang saat itu menjadi sentra perdagangan penting di Asia. Hal ini mengakibatkan VOC akhirnya melakukan penyerbuan ke Jakarta untuk mendirikan pelabuhan tandingan pada tahun 1619 yang dipimpin oleh Jan Coen. Wilayah ini pun kemudian dinamakan Batavia.



Pertempuran antara VOC dengan Portugal tidak hanya terjadi di wilayah Indonesia saja, tapi mencakup kawasan Asia Tenggara, India, dan Cina. Dengan kondisi Portugal yang menjadi bulan-bulanan VOC dan English EIC, Raja Phillip III of Portugal pun menginisiasi pendirian Companhia do Commércio da Índia (CCI) yang direncanakan akan beroperasi mirip dengan VOC. Namun, skeptisme dari para investor dan para pedagang Portugal sendiri mengakibatkan perusahaan yang berdiri pada tahun 1628 harus bubar hanya dalam waktu lima tahun.




Dan dengan kondisi Portugal di wilayah Asia yang terus melemah, Malaka akhirnya ditaklukkan oleh koalisi VOC dan Kesultanan Johor pada Januari 1641 yang sekaligus mengakhiri dominasi Portugal di wilayah Melayu. Meskipun Portugal berhasil membebaskan diri dari Spanyol pada tahun 1640, baru pada 1661 Belanda dan Portugal menandatangani perjanjian damai di Den Haag.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.



Tinggalkan Balasan