Masuknya Pedagang Belanda ke Perdagangan Rempah Antar Benua – Sejarah VOC (1)




Ilustrasi kapal dagang VOC (Foto: Aernout Smit, Wikipedia)

Pada tahun 1568 s.d. 1648, terjadi pemberontakan Belanda melawan Spanyol, dimana Belanda yang sebelumnya masuk dalam wilayah kekuasaan Spanyol melakukan perlawanan terhadap Raja Phillip II yang merupakan penguasa Spanyol. Pada tahun 1580, terjadi penyatuan takhta Portugal dengan takhta Spanyol. Penyatuan ini terjadi karena adanya perebutan takhta Portugal pasca kematian Raja Sebastian yang masih berusia muda pada pertempuran di Ksar El Kebir pada tahun 1578, sementara sang penerus takhta, Kardinal Henry of Portugal adalah seorang kardinal yang tidak memiliki anak dan kemudian meninggal pada tahun 1580. Raja Phillip II dari Spanyol, yang merupakan salah satu cucu dari raja Portugal terdahulu Manuel I, berhasil memenangi perebutan takhta dan kemudian menyatukan takhta Spanyol dan Portugal meskipun secara administratif kedua kerajaan tersebut tidak disatukan.




Pada masa tersebut, perdagangan rempah di Eropa dikuasai oleh Portugal. Bersatunya takhta Portugal dengan takhta Spanyol membuat Belanda kesulitan mendapatkan pasokan rempah, baik untuk keperluan mereka sendiri maupun untuk keperluan mencari keuntungan dari perdagangan. Padahal, pada masa tersebut, rempah adalah salah satu komoditas yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Eropa termasuk Belanda. Hal ini memaksa para pedagang Belanda terjun langsung ke dalam perdagangan rempah antar benua dengan kerajaan-kerajaan di wilayah Asia. Apalagi, sejumlah orang Belanda, seperti Cornelis de Houtman dan Jan Huyghen van Linschoten, kemudian berhasil memperoleh rute dagang pelaut-pelaut Portugis. Maka, pada tahun 1595, dikirimlah empat kapal ekspedisi yang dipimpin oleh Frederick de Houtman ke Banten yang saat itu merupakan pusat perdagangan lada di Jawa Barat.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.



Tinggalkan Balasan