Pendirian VOC: Kartelisasi Perdagangan Rempah Para Pedagang Belanda – Sejarah VOC (2)




Kembalinya Kapal Ekspedisi Asia yang Kedua di Bawah Pimpinan Jacob van Neck (Lukisan Cornelis Vroom, diambil dari Wikipedia)

Pada abad ke-16, praktek bisnis industri pelayaran adalah perusahaan dibentuk hanya untuk satu kali pelayaran dan kemudian dibubarkan ketika kapal kembali. Dengan karakteristik permintaan rempah yang bersifat inelastis, kedatangan dua buah kapal dalam waktu yang berdekatan dapat mengakibatkan jatuhnya harga rempah, dan hal ini bisa mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi para investor. Apalagi, para pedagang ini juga mendapat ancaman dari para pedagang Inggris yang bersatu di bawah bendera English East India Company mulai tahun 1600.



Untuk mengatasi masalah tersebut, para pedagang rempah Belanda pun akhirnya bersepakat untuk membentuk kartel. Dan untuk makin memperkuat posisi kartel ini, mereka pun melobi agar kartel mereka memperoleh hak monopoli. Maka, pada tahun 1602, terbentuklah Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), sebuah perusahaan yang merupakan gabungan para pedagang rempah Belanda dengan hak monopoli perdagangan rempah Asia dari pemerintah Belanda.




Untuk memperkuat modalnya, mereka pun menerbitkan saham yang dijual ke publik. The Amsterdam Stock Exchange pun dibentuk untuk memfasilitasi hal ini, sehingga VOC menjadi perusahaan pertama di dunia yang menjual sahamnya di bursa saham. Dengan modal yang hampir mencapai 6,5 juta guilders, VOC memiliki kemampuan finansial untuk membentuk tentaranya sendiri, benteng, dan melakukan perjanjian dengan pemimpin suatu wilayah di Asia.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.



2 tanggapan pada “Pendirian VOC: Kartelisasi Perdagangan Rempah Para Pedagang Belanda – Sejarah VOC (2)”

Tinggalkan Balasan