Salah Kaprah Memahami Urbanisasi: Mengapa Sebaiknya Kita Tidak Melawan Urbanisasi




Salah satu sudut kota Jakarta

Urbanisasi lazimnya menjadi sebuah kata yang berkonotasi negatif. Salah satu citra yang umum ketika membahas urbanisasi adalah masyarakat berkumpul di kota dan membuat situasi kumuh yang tidak sehat. Berbagai metode untuk menghentikan arus urbanisasi pun seakan tidak habis dibahas dan diterapkan. Namun, sampai sekarang urbanisasi terus terjadi. Mengapa urbanisasi seolah tidak bisa dibendung?




Salah satu kesalahan paling fundamental dalam diskusi soal urbanisasi adalah pembahasan yang umumnya langsung lompat ke urbanisasi sebagai masalah dan tidak benar-benar melihat mengapa urbanisasi terjadi. Masyarakat berduyun-duyun datang ke kota karena kota menawarkan penghasilan dan peluang kerja yang lebih besar daripada di desa, dan kedua hal ini terjadi tentu ada alasannya. Dan alasannya adalah kota menjadikan ekonomi lebih efisien, sehingga kota bisa memberikan penghasilan dan peluang kerja yang lebih besar.



Setidaknya ada tiga alasan kenapa kota besar bisa menjadikan ekonomi lebih efisien. Pertama, berkumpulnya bisnis dalam satu kawasan menjadikan perusahaan-perusahaan bisa lebih efisien dalam mendatangkan input karena economies of scale. Sederhananya, membeli 1000 kg semen dengan membeli 100.000 kg semen tentu harga per kg semennya berbeda. Kedua, kota juga bisa menjadi tempat bertemunya skill dan kota bisa memfasilitasi masyarakat agar lebih leluasa untuk saling mencocokkan skill. Hal ini bisa meningkatkan efisiensi dalam ekonomi. Coba bayangkan apabila anda berada di desa dengan jumlah penduduk yang sedikit lalu anda ingin membangun bisnis advertising. Kemungkinan besar anda akan kesulitan membangun tim produksi yang memadai. Yang ketiga, berkumpulnya orang-orang di kota bisa menjadi tempat berkumpulnya informasi, dan tingkat kesempurnaan informasi bisa mempengaruhi efisiensi. Bahkan di era internet sekarang pun ada banyak informasi yang tidak bisa anda dapatkan di dunia maya dan anda harus mencari-cari informasi tersebut di dunia nyata.




Setelah melihat bahwa perkotaan menjadikan ekonomi lebih efisiensi, tidak seharusnya kita menjadikan urbanisasi sebagai musuh. Sebaliknya, urbanisasi harus kita terima sebagai suatu proses menuju titik ekuilibrium. Itu sebabnya sangat sulit melawan urbanisasi. Berbagai upaya rekayasa untuk melawan dengan memberikan insentif yang bersifat artifisial baik dari pemerintah maupun lembaga donor akan kesulitan jika harus menghadapi insentif alami yang luar biasa besar dari sektor privat. Maka, daripada menghabiskan sumber daya untuk melawan urbanisasi, akan lebih baik jika sumber daya tadi kita gunakan untuk menciptakan urbanisasi yang lebih berkualitas, semisal pembenahan transportasi umum, maupun perlindungan konsumen yang lebih baik agar masyarakat mau beralih dari rumah tapak ke apartemen.



Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan desa? Kita harus menyadari bahwa ada daerah-daerah yang tidak akan bisa menjadi kota, dan memang sebaiknya tidak ikut menjadi kota. Yang bisa kita lakukan adalah merancang daerah seperti ini sebagai pendukung perkotaan. Misalnya, daerah pedesaan kita jadikan penyuplai kebutuhan bahan pokok masyarakat perkotaan atau kita jadikan tempat wisata bagi masyarakat perkotaan di akhir pekan. Dengan teknologi yang ada saat ini, seharusnya tidak perlu banyak tenaga manusia dikerahkan untuk mengelola industri pertanian sehingga akan tidak bermanfaat apabila kita menahan manusia di desa untuk melakukan pekerjaan yang nilai tambahnya sangat kecil, semisal buruh tani musiman.




Maka, daripada kita membahas tentang melawan urbanisasi, akan lebih bermanfaat apabila kita membicarakan bagaimana agar urbanisasi lebih berkualitas, dan bagaimana membangun peran kawasan pedesaan sebagai pendukung kawasan perkotaan. Bahwa desa perlu dibangun dan kemiskinan di desa perlu dikurangi adalah hal yang benar. Dan urbanisasi yang berkualitas bisa jadi salah satu solusi untuk mengurangi kemiskinan di desa, sambil menyiapkan perbaikan economies of scale di sektor pertanian desa.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.



1 tanggapan pada “Salah Kaprah Memahami Urbanisasi: Mengapa Sebaiknya Kita Tidak Melawan Urbanisasi”

  1. Selain dari pengahasilan yang menjanjikan dan peluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik salah satu alasan terjadinya urbanisasi ini adalah keterbatasan berbagai vasilitas yang ada di daerah misalnya mall, tempat hiburan dll, untuk itulah di butuhkan pemerataan pembangunan.

Tinggalkan Balasan