Apakah Rupiah Akan Terus Melemah: Seri Memahami Pelemahan Rupiah (2)




Beberapa Denominasi Rupiah (Sumber: Foto Pribadi)

Selamat pagi sahabat bermanfaat semua. Semoga hari Anda menyenangkan hari ini. Setelah di artikel minggu lalu kita membahas tentang mengapa rupiah melemah, maka di artikel kedua ini fokus kita selanjutnya adalah sampai kapan rupiah akan melemah. Apakah sebentar lagi rupiah mencapai titik ekuilibriumnya, dalam artian pelemahan rupiah akhirnya berhenti? Apakah terus melemah? Atau malah kembali ke level 13 ribuan per USD?




Pertama, kita harus menyadari bahwa dalam perekonomian dunia, Indonesia bukanlah negara yang bisa memberikan pengaruh signifikan. Itu artinya, indikator-indikator ekonomi kita, termasuk nilai tukar dunia, sangat dipengaruhi gejolak dan kebijakan di negara-negara raksasa. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, ada tiga peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat yang menyebabkan pelemahan nilai rupiah dalam satu setengah tahun terakhir, yaitu pemotongan pajak, pelonggaran regulasi polusi di sektor industri, dan peningkatan suku bunga the Fed. Untuk dua penyebab pertama, kemungkinan tidak akan ada perubahan lagi dalam waktu dekat, sehingga fokus kita tertuju pada penyebab ketiga, yaitu suku bunga the Fed.




Menurut berita dari BBC News di bulan Juni lalu pasca kenaikan suku bunga the Fed pada tanggal 14 Juni 2018, informasi dari orang dalam Federal Reserves mengungkap bahwa akan ada dua kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun 2018, dan hal itu terjadi pada 27 September 2018. Jika informasi ini benar, maka sebelum 31 Desember 2018 Federal Reserves akan meningkatkan lagi suku bunganya dan itu artinya rupiah akan kembali terdesak.




Apakah rangkaian kenaikan suku bunga ini akan berakhir pada 31 Desember 2018? Menurut para traders tidak. Menurut informasi dari Reuters, para traders memprediksi akan ada dua kali kenaikan suku bunga pada tahun 2019 mendatang. Itu artinya, rupiah akan semakin tertekan. Memang betul, informasi ini tidak datang dari orang dalam the Fed. Namun, para traders profesional ini tentu tidak sembarangan dalam membentuk ekspektasi. Dengan kekuatan jaringan yang mereka miliki, bisa jadi mereka memiliki akses informasi informal yang tidak diungkap oleh media.




Jadi, apa yang bisa kita simpulkan? Kemungkinan besar, rupiah akan terus melemah. Jujur saja, saya tidak akan kaget seandainya per 31 Desember 2019, 1 USD setara 17 ribuan rupiah. Menyentuh 18 ribu rupiah? Sepertinya tidak, kecuali jika ada kejadian yang luar biasa atau ada salah manajemen di internal pemerintahan kita sendiri. Yang jelas, mimpi mengembalikan rupiah ke level 14 ribuan atau bahkan 13 ribuan adalah mimpi di atas mimpi yang harus kita kubur. Hidup harus terus berjalan, betapa pun rupiah terus melemah.




Pembahasan berikutnya, apakah Indonesia akan menghadapi dampak yang luar biasa atas pelemahan ini? Negara mana saja yang secara signifikan terancam dengan penguatan USD? Insya Allaah kita bahas di artikel berikutnya.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




Tinggalkan Balasan