Daniel of Moscow: Kala Fajar Terbit di Moskow – Sejarah Rusia (3)




Peta Wilayah Rusia (Foto: David Liuzzo, Wikipedia)

Setelah kerajaan Rus Kiev dihancurkan oleh bangsa Mongol pada tahun 1240, bangsa Mongol beserta bangsa Tatar (bangsa taklukan Mongol dari Turki, diantaranya adalah Cumans, Kipchaks, Bulgars) membentuk kerajaan Golden Horde. Golden Horde ini adalah kerajaan yang menguasai kawasan Rusia dan bertahan sampai hampir tiga abad. Mengenai Golden Horde ini tidak akan dibahas dalam tulisan ini lebih lanjut. Insya Allaah, kalau memang ada kesempatan, akan dibahas di lain waktu. Fokus kita sekarang adalah bagaimana munculnya Moskow, sebagai wilayah yang semula tidak dianggap penting, namun menjadi kebangkitan bangsa Rusia atas dominasi Golden Horde.




Moskow awalnya adalah sebuah kota kecil di perbatasan barat wilayah Vladimir-Suzdal. Pada tahun 1156, kota ini hanya dipagari oleh pagar kayu dan parit. Ketika kerajaan Mongol melakukan invasi ke wilayah bangsa Rus, pasukan Mongol di bawah pimpinan Batu Khan membumihanguskan kota ini dan membunuh para penduduknya. Pada tahun 1260, Daniel (Daniil Aleksandrovich), putra bungsu Alexander Nevsky, memperoleh wilayah ini sebagai warisan. Nevsky, yang berposisi sebagai Grand Prince of Vladimir meninggal saat Daniel baru berumur dua tahun. Pada masa itu, Moskow dianggap wilayah yang paling tidak berharga di antara semua wilayah dan sang ayah. Namun, kepiawaian Daniel I membuat kota Moskow perlahan-lahan berkembang.




Salah satu kemenangan penting Daniel adalah keberhasilannya menguasai wilayah di sepanjang sungai Moskva. Keberhasilan ini berawal dari upaya Constantine, pangeran Ryazan, untuk menguasai Moskow dengan bantuan pasukan Mongol pada tahun 1296. Daniel berhasil memukul mundur serangan ini. Pada tahun 1300, Daniel mengerahkan pasukannya untuk menyerang Ryazan dan berhasil. Penguasa Ryazan akhirnya menyerahkan benteng Kolomna kepada Daniel sehingga kini seluruh wilayah sungai Moskva pun berada di bawah kekuasaannya.




Di masa pendudukan Mongol yang juga penuh perang saudara di antara para pangeran Rus, Daniel berhasil menciptakan kedamaian di kota Moskow. Bisa jadi, hal inilah yang mengakibatkan kota Moskow yang semula adalah sebuah wilayah yang tidak berharga menjadi mulai berkembang. Daniel dikenal sebagai seorang yang rendah hati, lemah lembut, dan pecinta damai. Menurut sebuah sumber, dalam 30 tahun kepemimpinannya, hanya satu kali Daniel terlibat dalam pertempuran.




Pada tahun 1303, Daniel meninggal di usia 42 tahun. Kepemimpinannya di Moskow pun diteruskan oleh anaknya yang bernama Yuri, yang insya Allaah akan kita bahas dalam tulisan selanjutnya.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




Tinggalkan Balasan