Great Feudal War of Moskow 1: Wasiat Dimitry Donskoy yang Mengawali Perang Saudara Besar di Moskow – Sejarah Rusia (5)




Lazar the Serbia menunjukkan jam kepada Vasily I (Gambar: Wikipedia)

Setelah kematian Dimitry Donskoy, Vasily I (berkuasa tahun 1389–1425) naik takhta. Penunjukan Vasily I sebagai penerus oleh Dimitry yang dilakukan tanpa meminta persetujuan Golden Horde merupakan hal yang pertama terjadi di Kawasan Rus dan menunjukkan perlawanan Dimitry meskipun Dimitry sebelumnya sudah menyatakan tunduk kepada Golden Horde.




Vasily I meneruskan kebijakan ayahnya. Bahkan, Vasily I berani memutuskan berhenti memberikan upeti kepada Khan ketika Tamerlane menyerang Golden Horde. Namun, serangan Edigu ke Moskow pada tahun 1408 memaksa Vasily I untuk tunduk kembali. Vasily I pun ikut membantu Khan mengalahkan para rivalnya sehingga wilayah Nizhny Novgorod diberikan Khan kepada Moskow sebagai hadiah. Pada masa Vasily I, Moskow mengalami kemajuan pesat karena kondusifnya situasi di dalam wilayah Grand Duchy of Moscow, sementara pesaing-pesaing mereka mengalami pertikaian di internal dinasti mereka.




Namun, situasi berubah ketika Vasily II naik takhta pada tahun 1425. Vasily II baru berusia 10 tahun ketika dia menggantikan ayahnya sebagai Grand Duke of Moscow. Sang paman, Yuri of Zvenigorod beserta kedua putranya Vasily Yuryevich (Vasily the Cross-Eyed) dan Dmitry Shemyaka melihat adanya kesempatan untuk merebut takhta dari tangan Vasily I. Akan tetapi, tidak mudah bagi Yuri untuk merebutnya karena Vasily II adalah anak dari Sophia of Lithuania, satu-satunya putri Vytautas the Great. Vytatutas adalah Grand Duke of Lithuania. Untuk diketahui, pada masa sebelum Tsardom of Rusia, ada dua Grand Duchy berpengaruh di wilayah Rus, yaitu Moskow dan Lithuania. Itu sebabnya Yuri tidak berani bertindak gegabah.




Baru setelah Vytautas meninggal pada tahun 1430, Yuri menghadap Golden Horde dan Khan pun memberikan takhta Moskow kepada Yuri. Alasan Yuri menglaim takhta Moskow adalah pernyataan Dimitry Donskoy, ayah Vasily I dan Yuri, yang menyatakan bahwa jika Vasily I meninggal, Yuri akan naik takhta. Namun, pernyataan ini dibuat Dimitry ketika Vasily I belum memiliki anak dan bisa jadi pernyataan ini dibuat untuk berjaga-jaga seandainya Vasily I meninggal tanpa penerus agar tidak terjadi perselisihan di Moskow. Akibatnya, Grand Duchy of Moskow memasuki masa perang saudara hebat selama lebih dari dua dekade ke depan. Perang saudara ini bahkan disebut sebagai perang saudara terbesar di dalam sejarah Rusia lama.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




Tinggalkan Balasan