Intrik Politik di Balik Kejatuhan Jayakarta (Batavia) ke Tangan VOC – Sejarah VOC (7)




Jayakarta antara tahun 1605 s.d. 1608, sebelum dibumihanguskan VOC (Lukisan: Anonim, Wikipedia)

Ada sejarah yang cukup panjang dan unik bagaimana akhirnya Jayakarta bisa jatuh ke tangan VOC. Sebagaimana disebutkan di tulisan sebelumnya, VOC awalnya memiliki kantor dagang di Banten. Pada tahun 1610, Pangeran Jayawikarta memberikan izin kepada VOC untuk membangun gudang dan perumahan di sisi timur Sungai Ciliwung yang berseberangan dengan Jayakarta. Seiring dengan berjalannya waktu, kekuatan VOC di Jayakarta terus meningkat. Untuk mengimbanginya, Pangeran Jayawikarta pun memberi izin kepada Inggris untuk membangun kantornya di sisi barat Sungai Ciliwung.




Pada tahun 1618, ketegangan antara Pangeran Jayawikarta dengan VOC meningkat. Pangeran Jayawikarta pun memimpin pasukannya untuk melakukan pengepungan atas benteng VOC. Inggris, yang berusaha mengambil kesempatan dalam perselisihan ini, mengirimkan armada perang sebanyak 15 kapal di bawah pimpinan Sir Thomas Dale yang pernah menjadi gubernur di koloni Inggris di Virginia. Gubernur Jenderal VOC saat itu, Jan Pieterszoon Coen, pun kabur ke Maluku untuk mencari bantuan dari markas pusat VOC di sana.




Saat itu, VOC sudah berada di ambang penyerahan. Namun, pada tahun 1619, Kesultanan Banten mengirim pasukannya untuk memanggil Pangeran Jayawikarta. Kesepakatan Pangeran Jayawikarta dengan Inggris saat itu dilakukan tanpa izin terlebih dahulu kepada pihak Kesultanan Banten. Apalagi, saat itu sedang ada ketegangan antara Kesultanan Banten dengan Inggris. Hal ini pun memberikan kesempatan bagi VOC untuk membalikkan keadaan.




Pada tanggal 28 Mei 1619, Jan Pieterszoon Coen tiba dengan bala bantuan dari Maluku dan dua hari kemudian, tanggal 30 Mei 1619, Coen membumihanguskan Jayakarta hingga rata dengan tanah. Pangeran Jayawikarta akhirnya menyerah di Tanara, Serang yang kemudian menjadi tempat kematiannya. VOC pun menjalin hubungan yang lebih erat dengan Kesultanan Banten untuk mengamankan penguasaannya atas Jayakarta secara diplomatik. VOC kemudian membangun kembali Jayakarta yang kali ini dilengkapi dengan benteng yang besar dan luas. Nama Jayakarta kemudian berubah menjadi Batavia yang berasal dari nama suku Batavi yang merupakan nama salah satu suku dari Jerman yang saat itu dipercaya sebagai nenek moyang orang Belanda.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




3 tanggapan pada “Intrik Politik di Balik Kejatuhan Jayakarta (Batavia) ke Tangan VOC – Sejarah VOC (7)”

  1. Blog-nya menarik mas, membahas sejarah dengan latar belakang kota batavia.. lebih bagus lagi kalau disisipkan lebih banyak gambar gambar yang menunjang dalam setiap artikel

  2. Sebenarnya pelabuhan sunda kalapa merupakan pelabuhan terbesar dan strategis di nusantara,makanya menarik orang2 eropa untuk berdagang disana.

Tinggalkan Balasan