Klasifikasi Perekonomian Suatu Negara dalam Analisis Makroekonomi – Seri Memahami Makroekonomi (4)




Klasifikasi Sistem Perekonomian Suatu Negara (Gambar: Koleksi Pribadi)

Selamat pagi sahabat bermanfaat semuanya. Sebagaimana kita ketahui, setiap negara memiliki kondisi perekonomian yang berbeda-beda. Itu sebabnya, tidak mungkin mengeneralisir analisis model makroekonomi suatu negara kepada seluruh negara di dunia. Diperlukan suatu sistem klasifikasi untuk menghasilkan suatu model yang bisa menyederhanakan perbedaan karakteristik antar negara dalam rangka menganalisis efek kebijakan fiskal dan moneter pada perekonomian suatu negara. Negara yang memiliki klasifikasi yang sama akan merespons sebuah kebijakan secara serupa. Bagaimana klasifikasinya? Mari kita bahas.




Klasifikasi 1: Large Economy vs Small Economy

Perekonomian suatu negara dikatakan large apabila pergerakan modal keluar dan masuk negara tersebut bisa mempengaruhi suku bunga internasional. Sebaliknya, jika pergerakan modal keluar dan masuk suatu negara tidak bisa mempengaruhi suku bunga internasional, maka negara tersebut termasuk dalam kategori small economy. Saat ini, mungkin hanya Amerika Serikat dan Cina saja yang dapat disebut sebagai large economy. Sementara, negara-negara lainnya termasuk Indonesia termasuk ke dalam kategori small economy.




Klasifikasi 2: Open Economy vs Closed Economy

Negara yang memenuhi klasifikasi open economy adalah negara yang melakukan perdagangan dengan negara lain. Sementara, negara closed economy adalah negara yang sama sekali tidak melakukan perdagangan dengan negara lain. Saat ini, semua negara termasuk open economy, bahkan negara yang selama ini dianggap tertutup seperti Korea Utara sekalipun. Namun, tidak semua negara menerapkan ekonomi terbuka secara sempurna. Hambatan-hambatan dalam perdagangan internasional seperti penerapan bea masuk masih diterapkan untuk memberikan proteksi kepada produsen dalam negeri. Meskipun tidak ada negara yang menerapkan ekonomi tertutup, mempelajari bagaimana mekanisme yang bekerja dalam ekonomi tertutup penting agar kita bisa melihat kelebihan yang ditawarkan oleh ekonomi terbuka.




Klasifikasi 3: Floating Exchange Rate vs Fixed Exchange Rate

Konsekuensi dari perdagangan internasional adalah perlunya kita menganalisis bagaimana kurs valuta asing (valas) mempengaruhi perekonomian. Ada dua mekanisme pengelolaan valuta asing oleh bank sentral. Yang pertama adalah kurs valas mengambang dan yang kedua adalah kurs valas tetap. Perbedaan dalam penggunaan metode pengelolaan valas akan memberikan hasil yang berbeda. Di Indonesia, meskipun secara teknis kita menganut sistem kurs valas mengambang, Bank Indonesia masih menerapkan intervensi dalam pergerakan kurs valas.




Bagaimana menggunakan klasifikasi ini?

Setelah mengetahui klasifikasi apa saja yang digunakan dalam analisis makroekonomi, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana menggunakan klasifikasi ini? Langkah awal yang harus dilakukan adalah menggabungkan ketiga klasifikasi tersebut dalam satu paket analisis. Misalnya, Amerika Serikat merupakan large open economy with floating exchange rate, sementara Indonesia adalah small open economy with floating exchange rate. Di sisi lain, Hong Kong dan Denmark termasuk ke dalam small open economy with fixed exchange rate. Lalu, apa yang harus dilakukan selanjutnya? Contoh bagaimana melakukan analisis insya Allaah akan dibahas di artikel berikutnya.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




Tinggalkan Balasan