Perubahan Geopolitik di Eropa Abad Ke-15 dan Reformasi dalam Pemerintahan Moskow – Sejarah Rusia (8)




Setelah kematian Vasily II, Ivan III the Great naik takhta. Di masa itu, wilayah Eropa sedang mengalami perubahan geopolitik yang luar biasa. Kejatuhan Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani mengakibatkan adanya dukungan dari gereja Ortodoks untuk menjadikan Moskow sebagai penerus Konstantinopel. Gayung bersambut, Ivan III tampaknya setuju dengan ide tersebut.




Ternyata, bukan hanya kalangan gereja Ortodoks yang mengincar pengaruh di Moskow, melainkan juga Katolik Roma. Pihak Katolik Roma memerlukan Moskow untuk menambah kekuatan dan memperluas garis medan perang dalam rangka merebut kembali Konstantinopel dari tangan Turki Utsmani. Jika Moskow masuk dalam pengaruh Katolik Roma, Kesultanan Turki Utsmani harus membagi kekuatan militernya ke dalam dua medan pertempuran, yaitu di sebelah barat di kawasan Mediterania dan di sebelah timur di kawasan Kaspia.




Namun, Katolik Roma menghadapi kendala yang cukup besar untuk mewujudkan keinginan mereka. Ivan III adalah seorang anti Katolik. Bahkan, sampai-sampai Ivan memutuskan untuk mengisolasi Moskow dari dunia Barat yang berakibat Moskow tidak ikut merasakan era renaissance.




Kematian istri pertama Ivan, yaitu Maria of Tver membuka peluang bagi Paus Paul II untuk menjadikan Moskow di bawah pengaruh Katolik Roma. Paus Paul II pun berusaha menikahkan Ivan III dengan salah satu putri Kerajaan Bizantium. Akhirnya, Ivan menikah dengan Sophia Paleologue, salah satu keponakan dari Raja Byzantium yang terakhir. Namun, Sophia justru memilih untuk mengikuti gereja Ortodoks sehingga Paus pun gagal memperoleh keinginannya. Sophia inilah yang kemudian membawa perubahan besar dalam berbagai ritual keprotokolan di Moskow menjadi lebih bernuansa Konstantinopel. Ada juga yang berpendapat bahwa Ivan III menikahi Sophia untuk melegitimasi Moskow sebagai penerus Kerajaan Byzantium. Di beberapa kesempatan, Ivan III mulai menyematkan gelar Tsar untuk dirinya sendiri. Itu sebabnya ada beberapa pihak yang menyebut Moskow sebagai Kerajaan Romawi Ketiga.




Ivan III juga melakukan perubahan besar-besaran dalam sistem pemerintahan. Bisa jadi terinspirasi untuk menjadi penerus Kerajaan Byzantium, Ivan IIII mengambil paksa sejumlah Duchies yang tadinya merupakan pemerintahan yang independen. Para Duke kini tidak memiliki tanah kekuasaan mereka sendiri melainkan menjadi bangsawan yang langsung melayani Ivan III. Tentu terjadi sejumlah perlawanan dari beberapa Duke dan saudaranya sendiri. Namun, Ivan berhasil mengatasinya sehingga Moskow semakin kuat menguasai kawasan Rus.

Ivan III juga berhasil mengakhiri kekuasaan Golden Horde di tanah Rus. Bagaimana kisahnya? Insya Allaah akan dibahas pada tulisan berikutnya. Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




Tinggalkan Balasan