Prediksi Saya: PCX Hybrid Calon Produk Gagal




Salah satu varian PCX Hybrid (Foto: www.astra-honda.com)

Sebelum memaparkan argumentasi saya mengenai mengapa menurut saya PCX Hybrid merupakan calon produk gagal, perlu saya tegaskan bahwa tulisan saya ini bukan bermaksud menjelekkan motor PCX Hybrid, maupun mempengaruhi konsumen untuk tidak membelinya. Tujuan saya adalah agar nantinya ketika produk ini betul-betul gagal, para pembaca semua tahu bahwa saya sudah memperingatkannya dari awal dan bukan hanya sekadar ikut-ikutan mengomentari setelah terbukti gagal saja. Sederhananya, membangun kredibilitas blogger lah. Oke, langsung kita bahas.




Pada prinsipnya PCX Hybrid adalah motor yang oke. PCX tapi plus tambahan tenaga saat berakselerasi yang berasal dari listrik. Ibarat kata, PCX Plus. Tapi, dalam dunia bisnis dan marketing (baca kembali definisi yang tepat tentang marketing), value saja tidak cukup, melainkan juga harus memperhatikan price. Dari perbandingan antara value dengan price, kita akan memperoleh value for money, yaitu kenikmatan apa yang kita peroleh ketika kita membayar harganya.




Nah, pertanyaannya, bagaimana value for money PCX Hybrid? Berdasarkan hasil reviu beberapa blogger, value dari PCX Hybrid, yaitu tambahan tenaga, terasa hanya ketika berakselerasi selama 1-3 saja. Ya, 1-3 detik saja. Titik. Lalu, dengan dimensi yang kurang lebih sama dengan PCX non, apa saja yang dikorbankan dari meletakkan baterai dan peralatan tambahan? Pertama, bagasi PCX Hybrid lebih kecil 5,5 liter dibanding PCX non. Sudah begitu, bobot mesin naik 4 kg bila dibandingkan dengan PCX ABS dan kenaikan bobot ini dirasakan para blogger dalam reviunya. Ada kenyamanan yang harus dikorbankan demi akselerasi tambahan 1-3 detik.




Dan hambatan terbesar dalam menjual motor ini terdapat di harganya sebesar 40,3 juta rupiah OTR Jakarta yang artinya 9,5 juta lebih mahal dari versi PCX ABS. Dan demi apakah konsumen mau membayar 9,5 juta ini? Demi akselerasi ekstra selama 1-3 detik. Wow!




Jujur saya sedikit bingung, segmen konsumen yang seperti apa yang dibidik Honda, yang mau mengeluarkan uang 9,5 juta lebih mahal, dengan kapasitas bagasi yang lebih kecil dan bobot lebih berat 5 kg demi tarikan ekstra selama 1-3 detik. Saya belum menemukan jawabannya, dan itu sebabnya menurut prediksi saya, PCX Hybrid adalah calon produk gagal. Tidak setuju? Monggo kita diskusikan sama-sama.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




Tinggalkan Balasan