Sikap Grand Duchy of Moscow Terhadap Mongol: Dari Semula Kooperatif, Kemudian Melakukan Perlawanan Heroik ala Dimitry Donskoy – Sejarah Rusia (4)




Pertahanan Moskow dari Tokhtamysh pada tahun 1382 (Gambar: Anonim, Wikipedia)

Ketika Daniel of Moscow meninggal tahun 1303, Anak Daniel, Yuri (berkuasa tahun 1303-1325) naik takhta. Yuri mengambil sikap menjalin hubungan yang erat dengan Golden Horde. Yuri bahkan menikahi saudara perempuan Uzbeg Khan. Atas hubungan erat ini, Khan pun mengizinkan Yuri untuk menjadi the Grand Duke of Vladimir-Suzdal. Penerus Yuri, Ivan I (berkuasa tahun 1325–1340), meneruskan tradisi hubungan dekat dengan penguasa Mongol. Akibatnya, Grand Duchy of Moscow mendapat kepercayaan untuk mengumpulkan upeti dari kerajaan-kerajaan Rus lainnya untuk Golden Horde. Kedekatan ini konon menjadikan Ivan I sebagai orang terkaya di Rus. Kekayaan ini digunakan oleh Ivan I untuk membeli sejumlah tanah milik kerajaan lainnya. Para penerus Ivan melanjutkan hubungan baik dengan Golden Horde sampai kemudian hal ini berubah ketika takhta Grand Duchy of Moscow berada di tangan Dmitry Ivanovich Donskoy (berkuasa tahun 1359 -1389). Dimitry, yang merupakan anak Ivan II, naik takhta pada usia yang sangat muda, yaitu 9 tahun, karena kedua orang tua Dimitry meninggal akibat wabah black death Eropa.




Ada beberapa kemungkinan mengapa sikap Dimitry berbeda dengan para pendahulunya. Kemungkinan yang pertama adalah melemahnya Golden Horde karena adanya perebutan takhta diantara para pangerannya. Kemungkinan kedua, karena Dimitry tidak diasuh oleh kedua orang tuanya, melainkan oleh Metropolitan Alexis, seorang uskup gereja orthodox Rus. Atau, sikap perlawanan ini bisa jadi merupakan gabungan kedua kemungkinan tadi.




Puncak dari sikap Dimitry terhadap Golden Horde adalah pertempuran Kulikovo pada tahun 1380 antara Moskow melawan Mamai, seorang jenderal Mongol yang menglaim takhta Golden Horde. Mamai memimpin langsung perang ini harus menelan kekalahan dari tentara Moskow yang dipimpin langsung oleh Dimitry. Kemenangan ini begitu berarti bagi Bangsa Rus karena untuk pertama kalinya Bangsa Rus bisa mengalahkan Bangsa Mongol. Kemenangan ini bahkan sampai sekarang masih sangat diingat oleh orang-orang Rusia. Salah satunya adalah dengan menyebarkan poster bergambar Dmitriy Donskoy pada perang dunia I untuk membakar semangat nasionalisme orang-orang Rusia. Menurut sebuah sumber, kemenangan Dimitry ini memberi harapan bagi Bangsa Rus untuk mengakhiri dominasi Mongol dan menjadi bangsa yang merdeka.




Namun begitu, pesta Moskow hanya berlangsung tiga tahun saja. Tokhtamysh, salah satu Khan, menggulingkan Mamai dari takhta. Pada tahun 1383, Tokhtamysh menyerbu Moskow untuk menegaskan dominasi Bangsa Mongol atas Rus sekaligus menghukum Dimitry. Dimitry pun menyatakan kesetiaannya kepada Golden Horde. Tokhtamysh kemudian menerima kesetiaan Dimitry dan mengembalikan posisi Dimitry sebagai pengumpul upeti untuk Golden Horde dan juga mengembalikan posisinya sebagai Grand Duke of Vladimir.




Namun, meskipun Dimitry akhirnya tunduk pada Golden Horde, tampaknya di dalam hati Dimitry masih ada api perlawanan yang membara. Hal itu ditunjukkan dengan sikapnya yang menunjuk penerus takhta tanpa meminta persetujuan Khan sebelum kematiannya pada tahun 1389. Dimitry adalah Grand Duke pertama Bangsa Rus yang berani melakukannya.

Jangan lupa like halaman facebook atau follow akun twitter kami untuk mendapatkan update tulisan-tulisan terbaru khas internetbermanfaat.com.




Tinggalkan Balasan